To help keep our community authentic, we're showing information about accounts on Linktree.
Putu Prima Cahyadi has been a member of Linktree for 3 years and joined in March 2023. The social media accounts linked to from Putu Prima Cahyadi are: Facebook, Instagram, LinkedIn, Email. Besides social media accounts, primacahyadi has populated their site with Berderma melalui Semangkuk Ramen Ichiraku, Daftar Tulisan yang Telah Diterbitkan (Laman Profil Penulis), Sejarah Kontrafaktual, antara Sejarah Alternatif atau Wishful Thinking: Review Buku Altered Pasts, Belenggu Ilmu Pengetahuan dan Ilmuwan oleh Negara, Perjalanan Sapiens Tidak Selalu Berarti Kemajuan, Mengikis Konstruksi Perayaan Hari Kartini melalui Kartini, Sebuah Biografi, Apa Benar Wu Zetian Merupakan Kaisar yang Jahat?, Penggunaan AI dalam Produksi Konten Sejarah: Sebuah Catatan, Proyek Pi Network dan Matinya Kepakaran, Haruskah Natlan Menjadi Lebih Hitam?, Perkara di jemur dan Urgensi Penciptaan Mentalitas Berbahasa Tulis, Digital Marketing, Senjata untuk Membumikan Buku Sejarah di Masyarakat, Clash of Champions dan Penciptaan Mitos Otak Einstein, Kecelakaan SMK Lingga Kencana dan Polemik Kegiatan Study Tour, Codeblu, Meat a Meat, dan Penciptaan Ulasan yang Objektif, Budaya Diskriminatif Proses Perekrutan Pekerja di Indonesia, Kultur Internet Vigilantism Warganet Indonesia, Kritik Bocah Kripto atas Kondisi Pendidikan di Indonesia, Kumba Digdowiseiso dan Kultur Hamba Scopus Akademisi Indonesia, Polemik BEM UI vs TNI: Ketika Emosi Mengalahkan Rasio, Memerangi Virus "Ponzingitis", Nilai Penting Belajar Dasar-Dasar Ilmu Sejarah bagi Komunitas Kesejarahan Populer, Indonesia Emas 2045, Antara Semangat Adiluhung dan Jargon Tanpa Makna, Banyak Buku Telah Dicetak, Mengapa Literasi di Indonesia Masih Mandeg?, Reformasi Buku Ajar Sejarah Nasional, Apa Mungkin?, Ida Bagus Mantra dan Pesannya bagi Naskah-Naskah Kuno Indonesia, "No Justice, No Peace" dalam Historiografi Indonesia, Menjaga Keberagaman Bumi dengan Menjadi Hewan, Harari dan Sejarah sebagai Alat Pembebasan Manusia, Menertibkan para Pendengung Politik, Mencari Pemimpin Indonesia Pro Pembangunan Mental-Spiritual, Apakah Boikot Produk Zionis Israel Merupakan Solusi yang Tepat?, Apakah Mahasiswa Indonesia Sudah Peka terhadap Kesehatan Mental?, Jika Selimut Agama Dilepaskan oleh Masyarakat Indonesia dalam Konflik Israel-Palestina, Apakah Tingkat Tutur dalam Bahasa Bali harus Ditenggelamkan untuk Memberdayakannya?, Penutupan TikTok Shop, Apakah Menjadi Solusi yang Tepat?, Guru, Masihkah Engkau Menjadi Pahlawan bagi Peserta Didik?, Memahami Kebenaran Sejarah melalui Jalaluddin Rumi, Ketika Tuhan Dilibatkan dalam Segala Urusan Manusia di Indonesia, Melihat Pertemuan Barat dan Timur Melalui Budaya Konsumsi Roti, Gandhi dan Agama Tunggal, Kehidupan Politik Indonesia Modern Tak Lepas dari Akar-Akar Kekuasaan Tradisional, Menyelami Masa Revolusi Indonesia melalui "Magnum Opus" George McTurnan Kahin, Harari dan Sejarah sebagai Alat Pembebasan Manusia, Polemik BEM UI vs TNI, Ketika Emosi Mengalahkan Rasio, Menempatkan Pemberontakan dalam Perspektif Multidimensional, Sejarah Tampil Layaknya Sebuah Bawang, Napas Islam dalam Historiografi Indonesia, Mitos 350 Tahun Dijajah, Apa Kita Masih Membutuhkannya?, Melihat Riwayat Kehidupan Masyarakat Manusia secara Geografis (dan Menyenangkan), Apakah Perjalanan Waktu dapat Memastikan Kebenaran Sejarah?, Eksil, Kisah Para Korban Sejarah yang Tetap Mencintai Indonesia, Jurusan Sejarah, Jurusan Kuliah yang Tidak Berguna?, Menempatkan Islam dalam Historiografi Nasional Indonesia, Masyarakat Pedesaan Jawa dalam Dinamika Mobilisasi dan Kontrol Pemerintah Jepang, Membaca Indonesia melalui Riwayat Madiun pada Abad ke-19, Penolakan Hari Valentine di Indonesia: Suara dari Masa Silam, Teknologi, Pemantik Tak Terduga Semangat Nasionalisme di Hindia Belanda, Penciptaan Kekuatan Politik Islam Indonesia, Wayang dalam Arus Mesin Politik Orde Baru, Kedatangan Penjelajah Eropa Memiliki Andil dalam Sejarah Perdagangan Indonesia, Peradaban Jawa, Peradaban yang Terus Tumbuh, Kaleidoskop Sejarah Indonesia 2023: Tahun Repatriasi Benda Bersejarah, Mitos Tidak Melulu Soal Klenik, Maluku Utara sebagai Terra Incognita dalam Historiografi Indonesia, Mencari Pemimpin Indonesia Pro Pembangunan Mental-Spiritual, Kebajikan Selalu Menang Melawan Kebatilan, Menertibkan Para Pendengung Politik, Menciptakan Masyarakat Madani yang Paham Konstitusi, Sigaret Kretek Tangan (SKT), dari Kemandirian Ekonomi hingga Heritage, Ketika Guru-Guru Indonesia Berhenti Belajar, Melawan Penjajahan Zionis Israel atas Palestina dari Rumah, Peran Perdagangan Po-ssŭ dalam Penciptaan Kerajaan Sriwijaya, Ketika Negara-Negara Asia Memberitakan G30S, Ketika Sejarah Hanya Dipandang sebagai Masa Lalu, Kaum Terdidik Ikut Andil dalam Penghancuran Buku, Gde Aryantha Soethama dan Generasi Indonesia yang Tanpa Sastra, Konflik Pulau Rempang dan Sikap Abai Pemerintah terhadap Humaniora, Sejarah Penyerbuan Gajah Mada ke Bali, Awal Bali menjadi Wilayah Kekuasaan Majapahit, Marc Bloch dan Para Penjaja Konten Sejarah di Media Sosial, Meme “Kakek Pendukung NICA” dan Kritik terhadap Kesakralan Revolusi Indonesia, Mitos dan Sejarah Galungan, Peringatan Kemenangan Dharma Umat Hindu di Indonesia, Membayangkan Diri Hidup Seperti Winston Smith, Sejarah yang Baik Menurut S. Radhakrishnan, Catatan Kaki dan Kisah Sejarah Dibaliknya, Penciptaan Mitos “Masyarakat Primitif”, Kado Sejarah bagi Ilmu Sosial, Ketika Sukarno Lebih Mementingkan Politik Ketimbang Isi Perut Masyarakat, Penjajahan bukan Perkara “Baik” atau “Buruk”, Perjuangan Hak Hidup Kelompok LGBT Tidak Datang Begitu Saja, “Matahari Dapat Terbit dari Barat?”: Sebuah Pandangan mengenai Pembacaan Sejarah, Ilusi Orang-Orang Modern, Polemik Ilmu Pengetahuan dalam Kerangka F. A. Hayek, “Drama” Kehidupan Manusia dalam Kapal Pengangkut Budak, Apakah Sejarah sama dengan Masa Lalu?, Buku Ajar Sejarah dan “Abuse” Negara di Baliknya, Tradisi Penukaran Uang saat Lebaran, Wujud Rasa Syukur dan Kebahagiaan kepada Sesama, Mengapa Kita Perlu Belajar Sejarah, Meski Segalanya Sudah Disediakan Google?, Pengakuan Status Eksil G30S bukan Pengkhianat Sejarah, Apa Cukup?, Problematika Pengajaran Sejarah di Amerika Serikat dan Indonesia, Panduan kepada Segenap Sejarawan di Indonesia, Eksotisme Bali dalam “Kasta”, Bali dalam Memori Putu Setia, Misteri Relief Kamadhatu Candi Borobudur, Apa Benar Ditutup Karena Vulgar?, Onggokan, Wujud Awal Ogoh-Ogoh di Bali, Empati dan Penyajian Sejarah di Media Sosial, Apakah Ada Sejarah yang Disembunyikan?, Perangkap Romantisisme Sejarah, Apakah Benar Sejarah Ditulis oleh Pemenang?, Akar Sentimen Anti-Yahudi di Indonesia, Hippies dan Perjalanan Pariwisata di Bali pada 1970-an, Jago, Prototip Preman di Indonesia, Imaji Kolonialisme dalam Gate: Jietai Kano Chi nite, Kaku Tatakaeri, Ogoh-Ogoh, Dari Kegiatan Pemuda Denpasar menjadi Tradisi Integral Masyarakat Hindu di Indonesia, Penghitaman Karakter Animanga di Dunia Barat dan Indonesia, Apa Bedanya?, Perjalanan Aira Shiratori, dari Gadis Arogan dan Penuh Kepalsuan menjadi Perempuan yang Imut, Marjan Cinematic Universe dan Penciptaan Imaji Produk Terbaik saat Ramadan, Berderma melalui Semangkuk Ramen Ichiraku, Fenomena Garam Rukiah, Apa Benar Sebuah Penipuan dan Produk Dukun?, Tumpek Krulut, Perayaan Kasih Sayang dengan Nilai Lokal-Tradisional Masyarakat Bali, Nia Kurnia Sari, Imaji Matinya Sang Malaikat di Tangan Iblis Jahanam, Kebangkitan Anime Bergenre Yuri, Apa Perlu Kita Musuhi?, Bashame Meme, Bukan Sekadar Karakter Figuran Biasa, Fenomena Joget Sadbor, Tidak Hanya Soal Mengemis dan Judi Online, Peran Kehadiran Luce sebagai Moefikasi Gereja Katolik, Kisah Like The Wind, dari Rekaman Radio menjadi The Most Mysterious Song on the Internet, Polemik Ending My Hero Academia: Memaknai Langkah Izuku Midoriya sebagai Guru, Riwayat Sound Horeg sebagai Produk Budaya Populer Indonesia, Kisah Caramelldansen, Ketika Swedia Berhasil Out-weeb Jepang, Antara Korban dan Monster: Posisi Hantu Perempuan dalam Budaya Populer Horor Indonesia, Mendalami Makna Persatuan dalam Keberagaman melalui Dungeon Meshi, Haruhi-isme, Tak Hanya Sekadar Agama Humor, Dari Fakta Sejarah ke Komedi: Konstruksi Kolektif Film Pengkhianatan G30S/PKI dalam Masyarakat Indonesia, Esensi Alisa Mikhailovna Kujou sebagai Waifu dan Cerminan Diri, Aksi Boikot Natlan dan Representasi Kebudayaan dalam Genshin Impact, Menghayati Esensi seorang Himmel sang Pahlawan, Manusia Biasa dengan Semangat Ksatria, Menggugat Mentalitas Kolektif Soal Leak, Clash of Champions, Penciptaan para Tuhan bagi Bisnis Ruangguru, Gugatan Rasial Romeo & Juliet dan Dekolonisasi Tragedi Shakespeare, Bentuk Tubuh sebagai Standard Pengukuran Karakteristik dalam Anime, Apa Bisa?, Sepucuk Surat Penggemar mengenai Ace Attorney, Riwayat Industri Perfilman Indonesia pada Masa Kepemimpinan Soekarno, Kesenjangan Generasi dalam Dialog antara Frieren dan Fern, Polemik Yasuke dan Bagaimana Sejarah Bisa Digambarkan dalam Budaya Populer, Jerome Polin dan Kuasa Sentuhan Kutukan, Lost Media, Menemukan Kembali Media Populer yang Diduga Hilang Selamanya, Cerita Rakyat sebagai Kontrol Sosial Pemerintah Hindia Belanda, Apakah Genshin Impact Layak Disebut Gim Kikir?, Dipantara, Hanabi Tanaka, dan Tradisi Roleplaying di Internet, Drama Mafumafu dan Mengapa VTuber Harus Tetap Single, Pengaruh Budaya Populer dalam Kampanye Politik Pilpres 2024, Nostalgia Kultur Wibu pada Dekade 2010-an, Dari Ball-and-Paddle ke Franchising: Perjalanan Gim Sport di Industri Gim Video, Mengenang E3, Event Industri Gim Video yang Penuh Memori Manis, Mencari Tuhan melalui Sastra, Native Isekai, Ketika Anime Genre Isekai Membayang-bayangi Anime Bergenre Fantasy, Nino Coser dan Dilema Crossdressing dalam Kultur Budaya Populer Jepang di Indonesia, Rickroll, Sejarah dan Pengaruhnya dalam Kultur Meme Dunia, Thugposting dalam Kultur Meme di Indonesia, Apakah Kini Semakin Ditafsir Berlebihan?, Menghindari Overproud melalui Grup Facebook Penyefong, Ida I Dewa Gede Catra dan “Kecanduannya” akan Lontar, Kobo Kanaeru dan Nilai Penting Anonimitas Seorang VTuber, Buku Pelajaran Bahasa Inggris Rasa Anime, Apakah Perlu Kita Tolak?, Luffy ‘Gear 5’ dan Fenomena Fans Karbitan, Mengapa Gamers Indonesia Lebih Mementingkan Kualitas Grafis Ketimbang Gameplay?, Kapal Selam Wisata Titan, Meme, dan Suara Sindiran Warganet, Ketika Sukarno Menolak Musik Ngak-Ngik-Ngok, Pride Month dalam Bayang-Bayang “Rainbow Capitalism” Perusahaan Gim Video, Dari Civilization ke Honkai: Star Rail: Sejarah Genre Turn-Based Strategy dalam Dunia Video Gim, Identitas Seiyuu dan Karakter yang Mereka Suarakan, Dari Eksotisme ke Moralitas: Sejarah Ketelanjangan Dada Wanita Bali, Lima Anime Yuri yang Cocok untuk Ditonton, Boikot terhadap Hogwarts Legacy adalah Kampanye Belebihan, Stigma Genre Yuri di Mata para Penggemar Anime di Indonesia, Lima Gim Single-Player yang Meninggalkan Kesan Istimewa pada 2022, Mengulik Kembali Fanatisme Fandom Genshin Impact di Indonesia, Melihat Anime Sebagai Pintu Masuk Belajar Sejarah, “The Little Mermaid” dan Masalah Representasi Hollywood, Budaya Cosplay di Indonesia : Antara Ekspresi dan Dilema, Jerat Skema Cepat Kaya dan Rendahnya Literasi Masyarakat Indonesia, “Bonanza” JRPG pada 2022 dan 13 Gim yang Perlu Kamu Coba, Napak Tilas Perjalanan Genre JRPG dalam Dunia Gim, Memahami Interaksi Antarbudaya melalui “Thermae Romae Novae”, Mengajak Masyarakat untuk Berpikir Rasional Melalui “Pesulap Merah”, Menjadi Modern Tidak Hanya Sekadar Menjadi Hi-Tech, Ketika Anime hanya Dinikmati untuk Berburu Waifu dan Husbando, Dari Penyelamat ke Tengkorak: Perjalanan Miyazono Kaori sebagai Waifu, Pariwisata di Bali; Awal Mula Gambaran Eksotisme Tercipta, Dukun dan Perdukunan dalam Sejarah Indonesia (bersama Indra Nanda Awalludin), Riwayat Bemo di Denpasar yang Tetap Bertahan Meski Tergerus Zaman, Peninggalan Nonfisik Jepang ketika Menduduki Indonesia, Gedong Bagoes Oka; Memberdayakan Nilai Luhur Ajaran Gandhi di Indonesia, Mendebat Sosok Herodotus Sebagai “Bapak Sejarah”, Kehidupan Kelompok Penggarap Tanah (Serf) Pada Masa Feodalisme Eropa (bersama Sarita Rahel Diang), Kehidupan Lintah Darat pada Masa Kolonial Hindia Belanda (bersama Indra Nanda Awalludin), Adu Domba VOC dalam Konflik Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji (bersama Mohamad Miftah Arrafi), Pemberantasan Anjing Ras di Bali, 1983, Napak Tilas Perumusan Kebalian Manusia Bali, Riwayat Trans Sarbagita sebagai Transportasi Massal di Bali - Lomba Menulis Feature Tingkat Nasional "Ayo Cintai Angkutan Massal!" Netral News (NNC), Menyelami Perjalanan Rembug Sastra Purnama Bhadrawada - Kompetisi Menulis Artikel Populer Sejarah HMD Sejarah UM - NNC, Gen Z, Budaya Leluhur, dan Mewujudkan Indonesia Emas – Sebuah Hubungan yang Holistik - The Journal Radar, Makna "wie es eigentlich gewesen ist" Leopold von Ranke - @jejaklampau.id, Soekarno, Dasar Penolakan Timnas Israel di Indonesia - @historical_meaning, Perlu dan Bisakah Sejarah Diluruskan Kembali - @historical_meaning.